Menulis Judul: Janji Kecil yang Harus Ditepati

Tampilan baca
Daftar Isi

Judul adalah satu-satunya bagian tulisan yang dibaca semua orang. Ia muncul di beranda, di hasil pencarian, di tautan yang dibagikan. Kalau judulnya tidak menarik, isi yang bagus tidak akan pernah dibaca. Namun judul yang menarik dengan cara yang salah akan membuat pembaca merasa ditipu.

Judul adalah janji

Setiap judul menjanjikan sesuatu: informasi, hiburan, penjelasan, atau sudut pandang baru. Pembaca membuka tulisan karena ingin janji itu ditepati. Kalau isinya tidak sesuai, mereka berhenti membaca, dan kepercayaan mereka pada tulisan berikutnya berkurang.

Karena itu, jangan menulis judul terakhir sebelum isinya selesai. Judul yang ditulis di awal sering menjanjikan hal yang tidak benar-benar dibahas. Setelah draf selesai, Anda tahu apa yang sebenarnya ditawarkan tulisan itu.

Tiga bentuk judul yang jujur

Pertama, judul yang menyebut manfaat secara langsung, misalnya "Cara Membaca Buku Nonfiksi Tanpa Cepat Lupa". Bentuk ini cocok untuk tulisan praktis. Kedua, judul yang menyebut masalah, misalnya "Kenapa Tulisan Kita Terasa Panjang tapi Kosong". Bentuk ini cocok untuk tulisan yang membongkar kebiasaan.

Ketiga, judul yang memuat ketegangan, misalnya "Membaca Lambat untuk Era yang Serba Cepat". Bentuk ini cocok untuk esai yang ingin menawarkan cara pandang berbeda. Ketiganya jujur karena isi tulisan benar-benar membahas hal yang dijanjikan.

Angka dan kata sifat yang berlebihan

Angka dalam judul bisa menarik, tetapi hanya kalau angka itu benar-benar bermakna. "Tujuh Kebiasaan Penulis" akan membuat pembaca menghitung, dan kalau hanya ada lima yang jelas, sisanya terasa dipaksakan. Kata sifat seperti "luar biasa", "terbaik", dan "wajib" juga cepat kehilangan kekuatan karena terlalu sering dipakai.

Lebih baik memakai kata yang spesifik daripada kata yang berlebihan. "Cara Menyunting Tulisan Sendiri" lebih dipercaya daripada "Cara Ampuh Menjadi Penulis Hebat".

Uji judul sebelum terbit

Ada tiga pertanyaan yang bisa dipakai untuk menguji judul. Apakah judul ini membuat orang ingin tahu? Apakah isi tulisan benar-benar menepatinya? Apakah judul ini masih masuk akal ketika dibaca tanpa gambar atau konteks?

Kalau judulnya hanya bekerja karena ada gambar yang menarik, mungkin judulnya belum cukup kuat. Kalau judulnya hanya bekerja karena bantuan tanda seru atau huruf kapital, mungkin isinya belum cukup jelas.

Judul dan kejujuran

Ada godaan untuk memakai judul yang lebih dramatis daripada isinya. Godaan ini masuk akal secara angka: judul dramatis mungkin mendapat lebih banyak klik. Namun pembaca yang merasa ditipu tidak kembali. Untuk tulisan yang ingin dipercaya dalam jangka panjang, kejujuran judul lebih berharga daripada kenaikan klik sesaat.

Judul yang baik membuat pembaca merasa menemukan sesuatu, bukan merasa sedang dijebak.

Judul dan konteks pembaca

Judul yang sama bisa bekerja berbeda di beranda dan di hasil pencarian. Di beranda, pembaca melihatnya bersama tulisan lain. Di hasil pencarian, ia melihatnya tanpa konteks apa pun. Uji judul dalam dua situasi itu. Kalau judul hanya masuk akal setelah membaca ringkasannya, ia belum cukup jelas.

Menyimpan beberapa versi

Tulis lima sampai sepuluh versi judul sebelum memilih. Versi pertama biasanya terlalu panjang atau terlalu umum. Versi berikutnya mulai lebih tajam. Setelah itu, pilih dua yang paling kuat, lalu bandingkan dengan isi tulisan. Pilih yang paling jujur, bukan yang paling bombastis.

Simpan versi yang tidak dipakai. Kadang judul yang ditolak untuk satu tulisan cocok untuk tulisan lain yang belum ditulis.

Tentang Penulis
Mas Sugeng
Mas Sugeng Blogger and WordPress Theme Developer

Posting Komentar